ASKEP CA NASOFARING PDF

0

Not askep ca nasofaring pdf exposed and lawful Barrett cromos their prey asistencia nutricional intensiva en pediatria r. Askep CA Nasofaring. Description. real story. 73 Askep CA Prostat Tn. M – Riski Dafianto – Revisi CI ยท Asuhan keperawatan pada karsinoma nasofaring? Tujuan Untuk mengetahui pengertian karsinoma nasofaring Untuk.

Author: Gokree Malam
Country: Cayman Islands
Language: English (Spanish)
Genre: Science
Published (Last): 22 December 2017
Pages: 180
PDF File Size: 18.73 Mb
ePub File Size: 19.34 Mb
ISBN: 423-1-29405-442-9
Downloads: 26755
Price: Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader: Momi

Published on Jan View Download 4. Survei yang dilakukan oleh Departemen Kesehatan pada tahun secara pathology based mendapatkan angka prevalensi karsinoma nasofaring 4,7 per Dengan makin terlambatnya diagnosis maka prognosis angka bertahan hidup 5 tahun semakin buruk. Dengan melihat hal tersebut, diharapkan tenaga kesehatan khususnya perawat dapat berperan dalam pencegahan, deteksi dini, terapi maupun rehabilitasi dari karsinoma nasofaring ini. Penulis berusaha untuk menuliskan aspek-aspek yang dirasakan perlu untuk dipahami melalui tinjauan pustaka dalam referat ini dan diharapkan dapat bermanfaat.

Karsinoma Nasofaring merupakan tumor ganas yang timbul pada epithelial pelapis ruangan dibelakang hidung nasofaring dan belakang langit-langit rongga mulut.

Pathway CA Nasofaring

Kanker ini merupakan tumor ganas daerah kepala dan leher yang terbanyak di temukan di Indonesia. Pada banyak kasus, nasofaring carsinoma banyak terdapat pada ras mongoloid yaitu penduduk Cina bagian selatan, Hong Kong, Thailand, Malaysia dan Indonesia juga di daerah India. Ras kulit putih jarang ditemui terkena kanker jenis ini.

Selain itu kanker nasofaring juga merupakan jenis kanker yang diturunkan secara genetik. Distribusi umur pasien dengan KNF berbeda-beda aske; daerah dengan insiden yg bervariasi. Pada daerah dengan insiden rendah insisden KNF meningkat sesuia dengan meningkatnya umur, pada daerah dengan insiden tinggi KNF meningkat setelah umur 30 tahun, puncaknya pada umur tahun dan menurun setelahnya. Ras mongoloid merupakan factor dominan timbulnya KNF, sehingga kekerapan cukup tinggi pada penduduk Cina bagian selatan, Hongkong, Vietnam, Thailand, Malaysia, Singapura, dan Indonesia.

Sekalipun termasuk ras Mongoloid, bangsa Korea, Jepang dan Tiongkok sebelah utara tidak banyak yang dijumpai mengidap penyakit ini.

Page 3 – Search CA Gaster –

Berbagai studi epidemilogik mengenai angka kejadian ini telah dipublikasikan nasofariing berbagai jurnlah. Salah satunya yang menarik adalah penelitian mengenai angka kejadian Kanker Nasofaring KNF pada para migran dari daratan Tiongkok yang telah bermukim secara turun temurun di China town pecinan di San Fransisco Amerika Serikat.

Terdapat perbedaan yang bermakna dalam terjadinya Kanker Nasofaring KNF antara para migran dari daratan Tiongkok ini dengan penduduk di sekitarnya yang terdiri atas orang kulit putih Caucasianskulit hitam dan Hispanics, di mana kelompok Tionghoa menunjukkan angka kejadian yang lebih tinggi.

Sebaliknya, apabila orang Tionghoa migran ini dibandingkan dengan para kerabatnya yang masih tinggal di daratan Tiongkok maka terdapat penurunan yang bermakna dalam hal terjadinya Kanker Nasofaring KNF pada kelompok migran tersebut. Jadi kesimpulan yang dapat ditarik adalah, bahwa kelompok migran masih mengandung gen yang memudahkan untuk terjadinya Kanker Nasofaring KNFtetapi karena pola makan dan pola hidup selama di perantauan berubah maka faktor yang selama ini dianggap sebagai nasofariing tidak ada lagi maka kanker ini pun tidak tumbuh.

Untuk diketahui bahwa penduduk di provinsi Guang Dong ini hampir setiap hari mengkonsumsi ikan yang diawetkan diasap, diasinbahkan konon kabarnya seorang bayi yang baru selesai disapih, sebagai makanan pengganti susu ibu adalah nasi yang dicampur ikan asin ini. Di dalam ikan yang diawetkan dijumpai substansi yang bernama nitrosamine yang terbukti bersifat karsinogen bagi hewan percobaan.

Kenaikan titer ini sejalan pula dengan tingginya stadium penyakit. Namun virus ini juga acapkali dijumpai pada beberapa penyakit keganasan lainnya bahkan dapat pula dijumpai menginfeksi orang normal tanpa menimbulkan manifestasi penyakit. Jadi adanya virus ini tanpa faktor pemicu lain askkep cukup untuk menimbulkan proses keganasan. Berbeda halnya dengan jenis kanker kepala dan leher lain, Kanker Nasofaring KNF jarang dihubungkan dengan kebiasaan merokok dan minum alkohol tetapi lebih dikaitkan dengan virus Epstein Barr, predisposisi genetik dan pola makan tertentu.

  COMPREHENSIVE OPHTHALMOLOGY A.K.KHURANA PDF

Meskipun demikan tetap ada peneliti yg mencoba menghubungkannya dengan merokok, secara umum resiko terhadap KNF pada perokok kali dibandingkan dengan nasofarint perokok HSU dkk. Adanya hubungan antara faktor kebiasaan makan dengan terjadinya KNF dipelajari oleh Ho dkk.

Ditemukan kasus KNF dalam jumlah yang tinggi pada mereka asskep gemar mengkonsumsi ikan asin yang dimasak dengan gaya Kanton Cantonese-style salted fish. Risiko terjadinya KNF sangat berkaitan dengan lamanya mereka mengkonsumsi makanan ini.

Di beberapa bagian negeri Cina makanan ini mulai digunakan sebagai pengganti air susu ibu pada saat menyapih. Tentang faktor genetik telah banyak ditemukan kasus herediter nxsofaring familier dari pasien KNF dengan keganasan pada organ tubuh lain.

Suatu contoh terkenal di Cina selatan, satu keluarga dengan 49 anggota dari dua generasi didapatkan 9 pasien KNF dan 1 menderita tumor ganas payudara. Penyebab lain yang dicurigai adalah pajanan di tempat kerja seperti formaldehid, debu kayu serta asap kayu bakar. Seperti pada TPA Tetradecanoylyphorbol Acetate yaitu substansi yg ada di alam dan tumbuhan jika dikombinasi dengan N-Butyrate yang merupkan produk dari bakteri anaerob yang ditemukan di nasofaring dapat menginduksi sintesis antigen EBV di tikus, meningkatnya transformasi cell-mediated immunity dari EBV dan mempromosikan pembentukan KNF genesis.

Batas-batas nasofaring yaitu batas atas atap adalah os sphenoid dan sebagian prosessus basilaris, batas anterior adalah koana dan palatum molle, batas posterior adalah vertebra servikal dan batas inferior adalah permukaan atas palatum molle dan berhubungan dengan orofaring. Pada bagian belakang atas muara tuba eustachius terdapat penonjolan tulang yang disebut torus tubarius dan dibelakangnya terdapat suatu lekukan dari fossa Rosenmuller dan tepat diujung atas posteriornya terletak foramen laserum.

Pada daerah fossa ini sering terjadi pertumbuhan jaringan limfe yang menyempitkan muara tuba eustachius sehingga mengganggu ventilasi udara telinga tengah. Fasia ini mengandung jaringan fibrokartilago yang menutupi foramen ovale, foramen jugularis, kanalis karotis dan kanalis nasoaring.

Struktur ini penting diketahui karena merupakan tempat penyebaran tumor ke intrakranial. Gambar 1 Anatomi nasofaring Gambar 2 Fossa of RosenmullerNasofaring berbentuk kerucut dan selalu terbuka pada waktu respirasi naeofaring dindingnya dari tulang, kecuali dasarnya yang dibentuk oleh palatum molle. Nasofaring akan tertutup bila paltum molle melekat ke dinding posterior pada waktu menelan, muntah, mengucapkan kata-kata tertentu.

Struktur penting yang ada di Nasopharing1. Ostium Faringeum tuba auditiva muara dari tuba auditiva2. Torus tubarius, penonjolan di atas ostium faringeum tuba auditiva yang disebabkan karena cartilago tuba auditiva3. Torus levatorius, penonjolan di bawah ostium faringeum tuba auditiva yang disebabkan karena musculus levator veli palatini.

Plica salpingopalatina, lipatan di depan torus tubarius5. Plica salpingopharingea, lipatan di belakang torus tubarius, merupakan penonjolan dari musculus salphingopharingeus yang berfungsi untuk membuka ostium faringeum tuba auditiva terutama ketika menguap atau menelan. Recessus Pharingeus disebut juga fossa rossenmuller. Merupakan tempat predileksi Karsinoma Nasofaring. Tonsila pharingea, terletak di bagian superior nasopharynx.

Disebut adenoid jika ada pembesaran. Sedangkan jika ada inflammasi disebut adenoiditis. Tonsila tuba, terdapat pada recessus pharingeus. Isthmus pharingeus merupakan suatu penyempitan di antara nasopharing dan oropharing karena musculus sphincterpalatopharing Musculus constrictor pharingeus dengan origo yang bernama raffae pharingeiGambar 3 NasofaringFungsi nasofaring: Sebagai jalan udara pada respirasi Jalan udara ke tuba eustachii Resonator Sebagai drainage sinus paranasal kavum timpani dan hidung2.

Yang kemudian dapat menyebar nasofaringg dalam ataupun keluar nasofaring ke sisi lateral lainnya dan atau posterosuperior dari dasar tulang tengkorak atau palatum, rongga hidung atau orofaring. Metastase khususnya ke kelenjar getah bening servikal. Metastase jauh dapat mengenai tulang, paru-paru, mediastinum dan hati jarang.

Gejala yang akan timbul tergantung pada daerah yang terkena1,2. Pembesaran dari kelenjar getah bening leher atas yang nyeri merupakan gejala yang paling sering dijumpai5, Gejala dini karsinoma nasofaring sulit dikenali oleh karena mirip dengan infeksi saluran nafas atas.

  CREMO THOMPSON FORBIDDEN ARCHEOLOGY PDF

Pathway CA Nasofaring – PDF Free Download

Gejala klinik pada stadium dini meliputi gejala hidung dan gejala telinga. Ini terjadi karena tumor masih terbatas pada mukosa nasofaring.

Tumor tumbuh mula-mula di fossa Rosenmuller di dinding lateral nasofaring dan dapat meluas ke dinding belakang dan atap nasofaring, menyebabkan permukaan mukosa meninggi. Permukaan tumor biasanya rapuh sehingga pada iritasi ringan dapat tejadi perdarahan.

Timbul keluhan pilek berulang dengan ingus yang bercampur darah. Kadang-kadang dapat dijumpai epistaksis.

Tumor juga dapat menyumbat muara tuba eustachius, sehingga pasien mengeluhkan rasa penuh di telinga, rasa berdenging kadang-kadang disertai dengan gangguan pendengaran.

Gejala ini umumnya unilateral, dan merupakan gejala yang paling dini dari karsinoma nasofaring. Sehingga bila timbul berulang-ulang dengan penyebab yang tidak diketahui perlu diwaspadai sebagai basofaring nasofaring6, Pada karsinoma nasofaring stadium lanjut gejala klinis lebih jelas sehingga pada umumnya telah dirasakan oleh pasien, hal ini disebabkan karena tumor primer telah meluas ke organ sekitar nasofaring atau mengadakan metastasis regional ke kelenjar getah bening servikal.

Pada stadium ini gejala yang dapat timbul adalah nasofarint pada syaraf otak karena pertumbuhan ke rongga tengkorak dan pembesaran kelenjar leher.

Askep ca nasofaring pdf = NEW * 89228591

Tumor yang meluas ke rongga tengkorak melalui foramen laserasum dan mengenai grup anterior saraf otak yaitu syaraf otak III, IV dan VI. Perluasan yang paling sering mengenai syaraf otak VI paresis abdusen dengan keluhan berupa diplopia, bila penderita melirik ke arah sisi yang sakit. Penekanan pada syaraf otak V memberi keluhan berupa hipestesi rasa tebal pada pipi dan wajah.

Gejala klinik lanjut berupa ophtalmoplegi bila ketiga syaraf penggerak mata terkena. Nyeri kepala hebat timbul nasofarinf peningkatan tekanan intrakranial. Metastasis sel-sel tumor melalui kelenjar getah bening mengakibatkan timbulnya pembesaran kelenjar getah bening bagian nasofring limfadenopati servikal.

Selanjutnya sel-sel kanker dapat mengadakan infiltrasi menembus kelenjar dan mengenai otot dibawahnya. Kelenjar menjadi lekat pada otot dan sulit digerakkan.

Limfadenopati servikal ini merupakan gejala utama yangdikeluhkan oleh pasien. Gejala nasofaring yang pokok adalah: Pertumbuhan tumor dapat menekan tuba eustachius hingga terjadi oklusi pada muara tuba.

Hal ini akan mengakibatkan gejala berupa mendengung Tinnitus pada pasien. Gejala ini merupakan tanda awal pada KNF. Oklusi Tuba Eustachius dapat berkembang hingga terjadi Otitis Media. Sering kali pasien datang sudah dalam kondisi pendengaran menurun, dan dengan tes rinne dan webber, biasanya akan ditemukan tuli konduktif2.

Gejala Hidung Epistaksis; dinding tumor biasanya dipenuhi pembuluh darah yang dindingnya rapuh, sehingga iritasi ringan pun dapat menyebabkan dinding pembuluh darah tersebut pecah. Terjadinya penyumbatan pada hidung akibat pertumbuhan tumor dalam nasofaring dan menutupi koana.

Gejala menyerupai rinitis kronis. Gejala telinga dan hidung di atas bukanlah gejala khas untuk Karsinoma Nasofaring, karena dapat ditemukan pada berbagai kasus pada penyakit lain. Namun jika gejala terus terjadi tanpa adanya respons yang baik pada pengobatan, maka perlu asekp akan adanya penyebab lain yang ada pada penderita; salah satu di antaranya adalah KNF. Gejala Mata Pada penderita KNF seringkali ditemukan adanya diplopia penglihatan ganda akibat perkembangan tumor melalui foramen laseratum dan menimbulkan gangguan N.

naofaring

Bila terkena chiasma opticus akan menimbulkan kebutaan. Pembesaran kelenjar limfa pada leher, merupakan tanda penyebaran atau metastase dekat secara limfogen dari karsinoma nasofaring. Gejala cranial terjadi bila tumor sudah meluas ke otak dan mencapai saraf-saraf kranialis.

Sakit kepala yang terus menerus, rasa sakit ini merupakan metastase secara hematogen. Sensitibilitas derah pipi dan hidung berkurang.