MAKALAH PAIKEM PDF

0

Download .docx). Bookmark. Keterkaitan Kompetensi Guru terhadap PAIKEM dan Implementasinya pada Pembelajaran Matematika more. by Yunita Herdiana . Cooperative Learning Teori & Aplikasi Paikem (Cooperative Learning of Makalah Workshop Rencana Program dan Implementasi Life Skill SMA Jawa Timur. [14]Hamzah dan Nurdin Muhammad, Belajar dengan Pendekatan Paikem ( Jakarta: Aksara,. ), [15]Hamdani, Strategi.

Author: Kazigore Akinora
Country: Jordan
Language: English (Spanish)
Genre: Love
Published (Last): 13 November 2018
Pages: 459
PDF File Size: 13.37 Mb
ePub File Size: 19.85 Mb
ISBN: 184-3-92079-304-8
Downloads: 30987
Price: Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader: Mukazahn

Dewasa ini, pembahasan mengenai pendidikan karakter atau pendidikan yang berbasis pada pembangunan karakter siswa menjadi wacana yang ramai dibicarakan di dunia pendidikan maupun di kalangan masyarakat umumnya. Kebutuhan akan pendidikan yang dapat melahirkan manusia Indonesia sangat dirasakan karena degradasi moral yang terus menerus terjadi pada generasi bangsa ini dan nyaris membawa bangsa ini pada kehancuran.

Budaya korupsi yang seakan telah mengakar pada kehidupan bangsa ini mulai dari tingkat kampung hingga pejabat tinggi negara, penyalahgunaan dan peredaran narkoba yang semakin menggurita, tawuran antar pelajar dan berbagai kejahatan yang telah menghilangkan rasa aman setiap psikem, merupakan bukti nyata akan degradasi moral generasi bangsa ini.

Jika diteliti lebih lanjut, pendidikan karakter merupakan lagu lama yang diputar kembali. Dulu, pendidikan karakter pernah diterapkan dengan nama pendidikan budi pekerti di sekolah-sekolah. Salah satu lembaga pendidikan yang sejak dulu dan hingga saat ini masih menanamkan pendidikan karakter adalah pondok pesantren.

Paukem siswa sekolah dasar seharusnya tidak hanya mendapatkan pembelajaran secara materi namun juga aplikasinya. Dengan menyadari pentingnya pendidikan karakter,dan mengingat pendidikan karakter tidak bisa berdiri sendiri, melainkan merupakan suatu nilai yang menjadi satu kesatuan dengan setiapa mata pelajaran di sekolah.

Proses pendidikna karakter tidak dapat langsung dilihat hasilnya dalam proses waktu yang singkat, tetapi memerlukan proses yang kontinu dan konsisten. Pendidikan karakter berkaitan dengan waktu yang panjang sehingga tidak dapat dilakukan dengan satu kegiatan saja. Di makalab pentingnya pendidikan karakter. Pendidikan karakter harus diimplementasikan kemudian di integrasikan dalam kehidupan sekolah, baik dalam konteks pembelajaran di dalam kelas makslah luar kelas. Bagaimanakah strategi oaikem pendidikan karakter?

Bagaimanakah langkah-langkah pendidikan karakter? Apa saja tahap-tahap pembentukan karakter?

Metode Permainan dalam Proses Pembelajaran

Mengetahui strategi implementasi pendidikan karakter. Mengetahui langkah-langkah pendidikan karakter. Mengetahui tahap-tahap pembentukan karakter. Mengetahui pembentukan karakter melalui pembudayaan. Memberi manfaat bagi dunia pendidikan khususnya dalam bidang pengembangan pendidikan yang berbasis karakter.

Memberi sumbangan bagi khazanah kepustakaan khususnya di bidang oaikem. Memberikan dorongan kepada para pelajar maupun akademisi untuk melakukan penelitian lebih lanjut tentang pendidikan berbasis karekter.

Strategi Implementasi Pendidikan Karakter. Pendidikan karakter dapat diimplemetasikan melalui beberapa strategi dan pendekatan yang meliputi: Pengintegrasian nilai dan etika pada mata pelajaran. Internalisasi nilai positif yang di tanamkan oleh semua warga sekolah warga sekolah, guru, dan orang tua. Pemberian contoh dan teladan.

Penciptaan suasana berkarakter di sekolah.

Menurut Agus Zaenul Fitristrategi pembelajaran pendidikan karakter dapat dilihat dalam empat bentuk intregrasi, yaitu: Pembelajaran tematis adalah pendekatan dalam pembelajaran yang secara sengaja mengaitkan atau memadu ka n beberapa kompetensi dasar dan indikator dari beberapa mata pelajaran untuk dikemas dalam satu kesatuan.

Pembelajaran tematis dapat dikembangkan melalui: Silabus tematik sudah di masukkan pendidikan karakter yang akan di ajarkan pada siswa. Menurut Agus Zainul Fitripengkondisian dan pembiasaan untuk mengembangkan karakter makalzh dilakukan dengan cara: Bependapat dan hanya berbicara setelah di persilahkan. Apikem dilatih dan di bina untuk mengembangkan diri dan meningkatkan paiksm semua karakter misalnya: Menumbuhkan rasa kepedulian kepada sesama juga melatih percakapan sosial dan jiwa sosial.

  DIEGO ORTIZ RECERCADAS PDF

Mengajarkan nilai sportifitas dalam bermain menang ataupun kalah bukan menjadi tujuan utama melainkan nilai kerja keras dan semangat juang yang tinggi. Pembelajaran di luar kelas yang langsung melihat realitas sebagai bahan pengayaan peserta didik dalam belajar melalui kunjungan ke tempat tertentu.

Aktivitas di luar kelas dengan menekankan aktivitas fisik yang penuh tantangan dan maalah. Langkah- langkah pendidikan karakter. Ada lima langkah yang bisa ditempuh untuk makallah karakter, yaitu: Merancang dan merumuskan karakter yang ingin dibelajarkan pada siswa.

Menyiapkan sumber daya dan lingkungan yang dapat mendukung program pendidikan karakter melalui integrasi mata pelajaran dengan indikator karakter yang akan dibelajarkan, pengelolaan suasana kelas berkarakter, dan menyiapkan lingkungan sekolah yang sesuai dengan karakter yang ingin dibelajarkan di sekolah. Meminta komitmen bersama kepala sekolah, guru, karyawan, dan wali murid untuk bersama-sama ikut melaksanakan program pendidikan karakter serta mengawasinya.

Melaksanakan pendidikan karakter secara kontinu dan konsisten. Melakukan evaluasi terhadap program yang sudah dan sedang berjalan. Apabila dalam proses tersebut diketahui ada penyimpangan dan pelanggaran norma dan etika, pihak sekolah maupun wali murid dapat meminta pertanggungjawaban berdasarkan komitmen awal yang telah disepakati bersama. Membentuk karakter pada diri anak memerlukan suatu tahapan malalah dirancang secara sistematis dan berkelanjutan.

Sebagai individu yang sedang berkembang, anak memiliki sifat suka meniru tanpa mempertimbangkan baik atau buruk.

Hal ini didorong oleh rasa ingin tahu dan ingin mencoba sesuatu yang diminati, yang kadangkala muncul secara spontan. Sikap jujur yang menunjukkan kepolosan seorang anak tanpa beban menyebabkan anak selalu ingin tampil riang dan dapat bergerak dan beraktivitas secara bebas. Dalam aktivitas ini anak cenderung menunjukkan sifat ke-aku-annya. Akhirnya, sifat unik menunjukkan bahwa anak merupakan sosok individu yang kompleks yang memiliki perbedaan dengan individu lainnya.

Anak akan melihat dan meniru apa yang ada disekitarnya, bahkan apabila hal itu sangat melekat pada diri anak akan tersimpan dalam memori jangka panjang Long Term Memory. Apabila yang tersimpan adalah hal yang positif baikmaka akan menghasilkan perilaku yang konstruktif. Namun, apabila yang tersimpan adalah sesuatu yang negatif burukakan dihasilkan di kemudian hari hal-hal yang destruktif. Anak peserta didik apabila akan melakukan sesuatu baik atau buruk selalu diawali dengan proses melihat, mengamati, meniru, mengingat, menyimpan kemudian mengeluarkan kembali menjadi perilaku sesuai dengan ingatan yang tersimpan di otaknya.

Oleh karena itu, untuk membentuk karakter pada anak, harus dirancang dan diupayakan penciptaan lingkungan kelas dan sekolah yang betul-betul mendukung program pendidikan karakter tersebut. Pemahaman guru tentang karakteristik anak akan bermanfaat dalam upaya menciptakan lingkungan belajar yang mendukung perkembangan anak. Anak pada usia sekolah umumnya telah terampil dalam berbahasa. Sebagian besar dari mereka senang berbicara, khususnya dalam kelompoknya.

Oleh karena itu, sebaliknya anak diberi kesempatan untuk berbicara. Sebagian dari mereka juga perlu dilatih untuk menjadi pendengar yang baik. Kompetensi anak perlu dikembangkan melalui interaksi, minat, kesempatan, mengagumi, dan kasih sayang. Berta Shite dan Wittig menjelaskan cara agar anak dapat berkembang menjadi kompeten dengan cara interaksi sesering mungkin dan bervariasi dengan anak.

Orangtua sering menunjukkan minat minat terhadap apa yang dilakukan dan dikatakan anak. Beri kesempatan kepada anak untuk mengamati, mengenal, dan mendapatkan pengalaman dalam banyak hal. Berikan kesempatan dan doronglah anak untuk melakukan berbagai kegiatan secara mandiri. Doronglah anak agar mau mencoba mendapatkan ketrampilan dalam berbagai tingkah laku.

  ALLEN MOTTERSHEAD ELECTRONIC DEVICES CIRCUITS PDF

Tentukan batas-batas tingkah laku yang diperbolehkan oleh lingkungannya. Kagumilah apa yang dilakukan oleh anak. Sebaliknya, apabila berkomunikasi dengan anak, lakukan dengan hangat dan dengan ketulusan hati. Umumnya guru mempunyai kecenderungan memperlukan anak didiknya sebagai anak yang memiliki kemampuan rata-rata. Perbedaan yang ada diantara anak-anak dsebabkan oleh faktor budaya, bahasa, kelas sosial-ekonomi, dan perbedaan atau kelainan yang ditemukan. Budaya adalah sejumlah sikap dan tingkah laku yang telah dipelajari oleh sekolompok manusia.

Setiap kelompok manusia di dalam suatu masyarakat mempunyai nilai budaya yang khas sifatnya. Indonesia terdiri dari berbagai suku bangsa dan masing-masing suku bangsa dengan yang lain tetap memiliki perbedaan.

Guru harus peka terhadap kondisi murid-murid makalzh mungkin berasal dari budaya yang berbeda.

Anak yang berada dalam budaya yang sama akan mengembangkan ketrampilan bersosialisasi dengan lebih baik. Sebaliknya, bila berada dalam lingkungan makaah berbeda, anak akan lebih baik dalam ketrampilan intelektualnya.

Apabila anak berbeda budayanya seringkali antarmereka juga memiliki penguasaan bahasa yang dipergunakan secara berbeda pula.

Mungkin seorang anakan akan menjadi malu atau terhambat sosialisasinya yang disebabkan kemampuan berbahasa yang berbeda. Guru sebaiknya peka terhadap kondisi tersebut.

Perbedaan kelas social – ekonomi seringkali mengakibatkan terjadinya kegagalan dalam prestasi akademik. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa ada perbedaan yang berarti dalam tugas intelektual dan akademik antara anak yang berasal dari keluarga yang kurang beruntung dibandingkan dengan yang lebih beruntung.

Hunt yakin bahwa perbedaan tersebut diatas bukan diakibatkan faktor bawaan dan pengaruh lingkungan dapat memperbaiki kondisi anak. Pembentukan karakter melalui pembudayaan. Perubahan budaya dan komunikasi yang sangat cepat dan berimplikasi pada berubahan karakter itu sendiri. Karena yang banyak dipengaruhi nilai dan etika bagi seseorang tidaklah statis, tetapi selalu berubah.

Setiap orang akan menganggap sesuatu itu baik sesuai dengan pandangan saat paikfm. Oleh karena itu, system nilai yang dimiliki seseorang bisa dibina dan diarahkan.

Arga Setia Budi – kampusku

Apabila seseorang menganggap nilai agama adalah atas segalanya, nilai-nilai yang lain akan bergantung kepada nilai-nilai itu. Dengan demikian, sikap paiken akan bergantung pada system nilai yang dianggapnya paling benar dan kemudian sikap itu yang mengendalikan perilaku orang tersebut. Untuk m e mbangun budaya dalam rangka membentuk karakter pada siswa, langkah yang perlu dilakukan adalah menciptakan suasana yang berkarakter penuh dengan nilai-nilai terlebih dahulu.

Penciptaan suasana berkarakter sangat dipengaruhi oleh situasi dan kondisi tempat model pqikem ditetapkan beserta penerapan nilai yang mendasarinya. Pertamapenciptaan budaya berkarakter makakah bersifat vertical ilahiah. Keduapenciptaan budaya berkarakter yang bersifat horizontal insaniah. Yaitu, lebih mendudukkan sekolah sebagai intuisi social, yang apabila dilihat dari struktur hubungan antar manusianya, dapat diklasifikasikan ke dalam tiga hubungan, yaitu: Sikap kegiatannya berupa proaksi, yakni membuat aksi atau i n isiatif sendiri, jenis dan arah ditentukan sendiri, dan membaca munculnya aksi-aksi agar dapat ikut memberi warna dan arah pada perkembangan nilai-nilai religiusitas di sekolah.